Selasa, 26 Mei 2009

Pengenalan tentang toxoplasma

Apakah Toxoplasma dan Toxoplasmosis itu?

Toxoplasma adalah protozoa atau parasit bersel satu yang lebih sering dikenal dengan nama Toxoplasma gondii . Parasit ini dapat ditemukan pada hewan berdarah panas, dan mamalia lainnya termasuk manusia sebagai hospes perantara dan kucing, serta berbagai jenis Felidae lainnya sebagai hospes definitif.

Toxoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii dan termasuk kelompok penyakit zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan kepada manusia melalui hewan).

Mengapa Toxoplasma Gondii sering disebut virus?

Toxoplasmosis sering kali didiagnosis bersama-sama dengan penyakit lainnya,yang sering dikenal dengan TORCH (Toxoplasma-Rubella-Cytomegalovirus-Herpes). Tiga penyakit terakhir disebabkan oleh virus. Hal ini menyebabkan salah pengertian dan menganggap bahwa toxoplasma adalah virus. Pemahaman ini salah dan harus diluruskan bahwa toxoplasma bukanlah virus melainkan protozoa.

Siapa saja yang dapat terinfeksi Toxoplasma?

Semua orang dapat terinfeksi oleh toxoplasma. Penyakit ini tidak mengenal gender. Artinya baik laki-laki maupun perempuan dapat terinfeksi toxoplasmosis.

Mengapa kucing dianggap sebagai sumber utama penularan Toxoplasma?

Pada usus halus kucing, terjadi daur seksual atau skizogoni maupun daur aseksual atau gametogoni dan sporogoni. Yang menghasillkan ookista dan dikeluarkan bersamaan dengan feces/kotorannya. Kucing yang mengandung T.gondii dalam sekali ekskresi akan mengeluarkan jutaan ookista.

Infeksi dapat terjadi apabila ookista tertelan oleh manusia maupun hewan perantara lainnya (pada semua hewan berdarah panas dan mamalia lainnya seperti anjing,sapi,kambing bahkan burung). Namun pada tubuh inang perantara tidak terbentuk stadium seksual tetapi dibentuk stadium istirahat yaitu kista.

Manusia atau kucing dapat tertular toxoplasmosis apabila mengkonsumsi daging hewan inang perantara yang mengandung kista T.gondii. Bila kucing makan tikus yang mengandung kista maka akan terbentuk kembali stadium seksual didalam usus halus kucing tersebut.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kucing dan hewan felidae lainnya merupakan inang definitif dari T.gondii. Dan hanya pada tubuh kucing dapat terjadi daur hidup yang sempurna dari T.gondii.

Hal inilah yang menyebabkan anggapan bahwa kucing sebagai sumber penularan utama dari toxoplasmosis. Anggapan tersebut jangan sampai membuat kita untuk takut menyayangi dan memelihara kucing. Perlu saya tambahkan disini, bahwa hanya kucing yang terinfeksi toxoplasmosis yang dapat mengeluarkan ookista melalui fecesnya. Jadi tidak semua kucing dapat dikatakan sebagai penyebab toxoplasmosis.

Apabila kesehatan dan kebersihan kucing peliharaan kita selalu terjaga dengan baik, kemudian kita beri pakan yang bagus, baik pakan jadi (cat food) atau pakan olahan yang sudah dimasak dengan matang, maka tidak perlu takut kucing kita akan terinfeksi oleh toxoplasmosis.



Bagaimana cara penularan Toxoplasma?

Pada manusia, penularan Toxoplasmosis bisa melalui makanan. Misalnya manusia memakan sayuran yang tidak dicuci bersih, padahal sayuran tersebut mengandung ookista dari T.gondii. Atau bisa juga memakan daging hewan yang tidak dimasak dengan matang sempurna, padahal daging hewan tersebut mengandung kista T.gondii.

Infeksi ookista pada manusia bisa juga ditularkan dengan vektor lalat dan kecoa serta melalui tangan yang tidak bersih. Dapat juga terjadi infeksi kongenital yaitu infeksi melalui plasenta. Ibu hamil yang terinfeksi dapat menularkan toxoplasmosis pada janinnya. Penularan juga dapat terjadi melalui transplantasi organ tubuh dari penderita toxoplasmosis.

Pada kucing, penularan dapat terjadi apabila memakan daging hewan perantara yang mengandung kista T.gondii. Misalnya pada kucing yang memakan tikus atau burung, atau kucing yang makan ayam/daging mentah. Penularan ookista sama pada manusia bisa juga melalui vektor lalat atau kecoa.



Mengapa orang yang tidak memelihara kucing bisa terinfeksi?

Walaupun kucing memegang peranan yang utama pada daur hidup dari T.gondii, kucing sebenarnya bukanlah sumber utama penularan toxoplasmosis. Jadi seandainya kita tidak memelihara kucing, kita tetap bisa terinfeksi toxoplasmosis. Kita akan terinfeksi toxoplasmosis apabila secara sengaja/tidak sengaja menelan ookista T.gondii yang terdapat pada sayuran yang tidak dicuci bersih atau daging setengah matang misalnya sate, daging steak yang dimasak setengah matang.



Benarkah Toxoplasma menular melalui liur dan kucing?

Salah. Toxoplasmosis tidak dapat menular melalui air liur dari kucing. Stadium infektif dari T.gondii adalah bentuk ookista yang dikeluarkan melalui feces/kotoran kucing, bukan melalui air liur. Sedangkan penularan melalui bulu dapat terjadi, bila kucing tersebut terinfeksi toxoplasmosis dan ookista yang dikeluarkan melalui fecesnya kontak/menempel pada bulunya. Penularan terjadi bila ookista yang terdapat pada bulu, kemudian kontak pada tangan kita pada saat membelai, kemudian bulu tersebut tertelan oleh kita. Tetapi penularan masih bisa dicegah dengan cara mencuci tangan kita dengan sabun.



Apa akibat toxoplasma pada manusia?

Toxoplasmosis pada manusia, dimana terjadi penurunan kekebalan seperti penderita AIDS, pemakaian kortikosteroid jangka panjang, penderita leukemia, maka parasit yang semula pada fase istirahat dalam bentuk kista dapat pecah dan tiba-tiba mengganas serta mematikan. Pada penderita AIDS, toxoplasmosis sering menyebabkan ensefalitis dan kematian. Yang berbahaya apabila terjadi toxoplasmosis pada wanita hamil. Bila infeksi terjadi di awal kehamilan, maka bisa terjadi keguguran, cacat bawaan pada janin dan juga kematian neonatal. Bila infeksi terjadi pada kehamilan tua, maka gejala klinis bisa muncul setelah bayi berumur beberapa hari atau bulan. Bayi yang lahir hidup dapat menderita cacat bawaan seperti hidrosefalus (kepala membesar dan berisi cairan), anensefalus (tidak punya tulang tempurung kepala), gangguan mata (korioretinitis).



Bagaimana cara pencegahan Toxoplasmosis?

* Hindari makanan mentah atau setengah matang, terutama daging kambing,sapi dan babi.
* Hindari kontak langsung dengan tanah yang merupakan sarana paling potensial mengandung ookista. Bila anda tidak dapat menghindari kontak langsung dengan tanah misalnya anda hobi berkebun, gunakanlah sarung tangan dan sesudahnya cucilah tangan anda dengan sabun.
* Cucilah sayur-sayuran dan buah-buahan sebelum dikonsumsi.
* Mencuci pisau dan perkakas rumah tangga dapur lain setelah digunakan untuk memotong atau menampung daging mentah,sayur-sayuran atau buah-buahan yang belum dicuci.
* Selalu tutup makanan yang sudah matang, untuk menghidari kontak lalat yang mengandung ookista dengan makanan.
* Yang utama adalah terapkan pola hidup higienis,selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.



Bagaimana cara pencegahan Toxoplasmosis bagi pecinta kucing?

* Menyediakan tempat khusus untuk buang air kucing peliharaan kita, bisa dengan menggunakan kotak pasir dan pasir zeolith atau cat litter yang tersedia di pet shop.
* Lakukan desinfeksi setiap hari pada kandang dan kotak pasir.
* Jangan memberi kucing anda dengan daging mentah atau kuning telur mentah. Masaklah terlebih dahulu.
* Berikan pakan yang baik dan cukup agar kucing anda tidak kelaparan yang memicunya untuk mencari makan diluar (Hal ini untuk mencegah kucing anda berburu tikus atau mencari makanan dari sampah). Saya sarankan lebih baik memberikan pakan jadi (cat food) yang dijual di pet shop. Karena selain gizi yang terkandung sudah sesuai dengan kebutuhan kucing, praktis juga lebih higienis.
* Kadang kala kucing suka bermain dengan memburu kecoa atau cicak. Lebih baik hal ini dicegah, karena hewan tersebut dapat bertindak sebagai vektor pada penularan toxoplasmosis.
* Apabila anda hamil, sebaiknya tidak membersihkan kotoran kucing. Mintalah bantuan orang lain untuk mengerjakan. Seandainya anda terpaksa melakukan karena tidak ada orang lain yang mengerjakan, jangan lupa selalu gunakan sarung tangan dan sesudahnya cucilah tangan anda dengan sabun.

4 komentar:

  1. bagaimana kalau saya telah terlanjur mempunyai toxoplasma menurut lab.melalui tes darah, saya sudah berobat 6 bulan k dokter kandungan dengan mengeluarkankan uang tidak sedikit tapi hasilnya mengecewakan indeks IgM malah naik 0.07 dan indeks IgG hanya turun 0.3 dan tes darah yang kedua menyatakan masih positif toxoplasma dengan indeks IgM 0.25 dan indeks IgG 0.42, cara pengobatan seperti apa yang harus saya lakukan agar tidak butuh waktu yang lama, hasilnya maksimal dan tidak mengecewakan saya dan suami
    terlebih orangtua? saya ingin memiliki anak tapi saya takut dengan dampak toxoplasma untuk bayi saya nanti, tolong bantu saya?terimakasih

    BalasHapus
  2. salam kenal... ikut nimbrung mbak Purplegalz...
    sepengetahuan saya... penyakit ini bisa ditangani dengan pengobatan yg sy tekuni selama ini... yaitu Medical Homeopathic... ada beberapa penawar/obat yg bisa digunakan utk meningkatkan sistem imun tubuh, sehingga pengobatan ini membantu tubuh utk dapat melawan penyakit tsb. Penangananx tidak jauh berbeda dgn penyakit campak.. walhasil beberapa kasus berbuah pd kesehatan kandungan & fertilitas anda..

    BalasHapus
  3. wah penyakit ini saya baru kenal ni.
    takut ni terutama kerumah saya suka banyak kucing yang singgang...
    terimakasih atas informasi penyakitnya

    BalasHapus